Tidak adil tentunya membandingkan Steve Jobs dengan Dahlan Iskan. Kata orang Inggris "compare apple to apple". Artinya jangan bandingkan apel dengan buah rambutan, apalagi kedondong. Tapi saya hanya ingin menulis tentang beberapa hal yang sama tentang dua tokoh tersebut. Kebetulan saat tulisan ini di buat Steve Jobs baru meninggal, dan Dahlan Iskan baru di angkat jadi menteri BUMN. Dari beberapa kesamaan ini, ada beberapa hal yang insya Allah akan membuat kita merenung dan, kemudian, mengambil hikmah.
1. Kesamaan pertama : kedua tokoh kita ini sama-sama berasal dari keluarga miskin. Jobs berasal dari keluarga kelas pekerja Amerika, yang untuk membayar kuliah Jobs, kedua orang tuanya harus menabung seumur hidup. Sedang Dahlan Iskan adalah putra seorang buruh atau tukang yang sangat sederhana. Saking sederhananya, pada masa kecilnya Dahlan hanya mempunyai 1 sarung, 1 baju dan 1 celana pendek.
2. Kedua tokoh kita ini sama-sama tidak lulus kuliah S1. Dahlan Iskan adalah protolan IAIN Sunan Ampel Surabaya, sedang Jobs mrotol dari sebuah sekolah seni bernama Reed College.
3. Jobs dan Iskan sama-sama memulai dari nol. Jobs memulai industri multi milyar Apple Inc. dari bekas garasi keluarganya, sedang Dahlan Iskan memulai karir luar biasanya dari menjadi wartawan dari sebuah media tidak terkenal di Kalimantan Timur.
4. Kesamaan ketiga di atas menyiratkan kesamaan selanjutnya, yaitu pekerja keras. Jobs dan Iskan adalah para workaholic yang menjadikan kerja keras sebagai passion mereka dan menuntut orang lain untuk sama dengan mereka.
5. Steve Jobs dan Dahlan Iskan sama-sama tidak menyukai formalitas. Mereka terbiasa berpenampilan bebas tanpa protokoler njlimet dan tidak masuk akal. Mereka berdua hampir tidak pernah pakai dasi, kecuali terpaksa, dan kemana-mana selalu pakai sepatu kets, sepatu yang biasanya dipakai untuk berolahraga.

